JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa pengawasan terhadap Kecerdasan Buatan (AI) kini menjadi prioritas utama pemerintah. Langkah ini diambil guna memastikan kemajuan teknologi tidak mengorbankan martabat masyarakat, terutama dalam melindungi perempuan dan anak-anak di ruang digital.

Normalisasi Grok dan Komitmen Kepatuhan

Setelah sempat melakukan pemblokiran sementara terhadap chatbot Grok pada Januari 2026 akibat kekhawatiran konten manipulatif, pemerintah kini mulai membuka kembali akses secara bertahap.

  • Janji X Corp: Normalisasi dilakukan setelah pengembang Grok (X Corp) memberikan komitmen tertulis untuk patuh pada regulasi di Indonesia.

  • Pengawasan Ketat: Meutya menegaskan bahwa pembukaan akses bukan berarti pengawasan kendor. Pemerintah tetap memantau potensi risiko deepfake secara berkelanjutan.

Menyusun "Rule of Law" untuk AI Nasional

Berdasarkan amanat Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2025, Meutya Hafid kini tengah memimpin penyusunan dua aturan strategis (Perpres) sebagai kerangka nasional AI:

  1. Perpres Etika Kecerdasan Buatan: Mengatur prinsip etika, mitigasi risiko, perlindungan hak pengguna, dan mekanisme pengawasan.

  2. Peta Jalan Nasional AI: Memuat arah kebijakan dan program strategis agar pemanfaatan AI di Indonesia bersifat aman dan berkelanjutan.

“Layanan digital harus memberi kepastian. Regulasi ini adalah langkah kita menjaga keselamatan, martabat, dan hak masyarakat di era digital,” tegas Meutya Hafid, yang juga merupakan Waketum DPP Partai Golkar.

Apresiasi AMPI: Mengawal Kedaulatan Digital Generasi Muda

Keluarga besar DPP AMPI mengapresiasi ketegasan Ibu Meutya Hafid dalam menyeimbangkan antara inovasi teknologi dan perlindungan publik. Sebagai organisasi yang dihuni oleh digital natives, AMPI memandang regulasi etika AI sangat mendesak agar kreativitas anak muda tidak disalahgunakan untuk tindakan kriminal seperti pencemaran nama baik melalui deepfake.

"Ibu Meutya menunjukkan bahwa kader Golkar di pemerintahan sangat update dengan tantangan zaman. AMPI siap menjadi mitra strategis Komdigi untuk melakukan edukasi etika AI di kalangan mahasiswa dan pelaku startup agar teknologi ini menjadi berkah, bukan musibah bagi bangsa," tulis pernyataan resmi DPP AMPI.

Sumber Informasi: Golkartoday / Komdigi (Februari 2026)