Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi di dunia siber menjadi kebutuhan mutlak bagi generasi muda. Menyadari hal tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) menggelar Pelatihan Literasi Digital yang bertempat di Kampus Pelatihan Literasi Digital, Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dan pemuda dengan keterampilan strategis agar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi pengguna internet yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.
Tiga Pilar Utama Literasi Digital
Dalam pelatihan ini, AMPI menekankan tiga materi krusial yang menjadi tantangan utama di dunia maya saat ini:
-
Memilah Informasi (Anti-Hoaks): Peserta diajarkan cara melakukan verifikasi data dan mengenali ciri-ciri informasi palsu agar tidak terjebak dalam arus disinformasi.
-
Menjaga Jejak Digital: Memberikan pemahaman bahwa apa yang diunggah hari ini akan menjadi portofolio di masa depan. Peserta diajak untuk membangun reputasi positif secara daring.
-
Etika di Dunia Maya (Netiquette): Menekankan pentingnya sopan santun dan budaya menghargai dalam berinteraksi di media sosial, guna menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Komitmen AMPI untuk Transformasi Digital
Kehadiran para pengurus AMPI di tengah-tengah ratusan mahasiswa menunjukkan komitmen organisasi dalam mengawal transformasi digital di Indonesia. Dengan semangat pembaharuan, AMPI ingin memastikan bahwa pemuda Indonesia memiliki daya saing tinggi namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
"Mengasah kemampuan di era digital itu sangat penting. Kami ingin kawan-kawan muda tidak hanya mahir teknologi, tapi juga memiliki ketahanan informasi yang kuat. Mari kita bareng-bareng jadi pengguna internet yang cerdas," ujar salah satu perwakilan AMPI di lokasi acara.
Antusiasme Peserta
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana para peserta dan jajaran pengurus AMPI kompak memberikan simbol tangan "L", yang melambangkan semangat Literasi dan Langkah Maju bagi pemuda Indonesia.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat positif di lingkungan kampus maupun di media sosial masing-masing.












